Pulau Derawan merupakan salah satu surga impian setiap insan. Untuk dapat menuju ke pulau ini aku harus berjuang mati-matian menggunakan berbagai jenis kendaraan, baik darat, udara maupun lautan.
Perjalanan yang panjang dan melelahkan membuatku ingin cepat-cepat sampai di pulau Derawan lalu rebahan sejenak di penginapan. Untung saja di Pulau Derawan terdapat banyak penginapan, jadi aku tidak perlu kerepotan mencari tempat menginap.
Saat itu aku menginap di ‘penginapan 88’. Aku tidak tahu mengapa di beri nama 88 tapi yang terpenting adalah tempat tersebut sesuai dengan ekspektasiku, yaitu terasa nyaman.
Yap! Aku merupakan jenis orang yang sangat mengutamakan kenyamanan, baik dari segi transportasi, penginapan, maupun teman seperjalanan, semuanya harus nyaman.
Apalah artinya jika kemana-mana tanpa terasa nyaman, tentu liburanku tidak akan berkesan.



Penginapan yang berada di atas perairan ini sukses membuatku exited. Bagaimana tidak, saat pagi hari kubuka pintu kamar hal pertama yang aku lihat adalah hamparan laut jernih disinari hangat mentari pagi. Bahkan kalau lagi beruntung aku bisa bertegur sapa dengan para penyu dan ikan-ikan ucul yang berenang di sekitar penginapan.
Berbeda halnya saat aku tinggal di kos-kosan di kota hujan. Saat membuka pintu kamar yang aku lihat adalah gunung Salak. Jadi, aku harus banyak-banyak bersyukur karna bisa menikmati pemandangan yang jauh berbeda saat di pulau Derawan.

Biasanya kalau pagi hari aku selalu duduk-duduk manja di pinggiran dermaga sambil nyeruput teh manis, kalau sore harinya aku lebih senang menikmati senja, sedangkan malam harinya aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menikmati ribuan bintang berhamburan di langit Derawan sambil dengerin MP3 galau.
Sumpah gaes, ternyata Derawan itu ga cuma indah di pantainya saja, Langitnyapun juga indah. So, kalo kamu ke Derawan jangan lupa menikmati bintang saat malam ya.

Baca Juga : Lost In Pahawang, Surga tersembunyi di Lampung



Terkait penginapan pasti ga jauh-jauh dari yang namanya fasilitas makanan yang disediakan. Nah, di pulau Derawan ini aku ga perlu dipusingkan untuk mencari makanan Karna pihak penginapan sudah menyediakan makanan untuk pagi, siang dan malam.
Menurutku, makanan yang disajikan terkesan sederhana. Namun dapat menikmati makanan di pesisir pantai memberikan sensasi yang berbeda. Apalagi setiap menu yang disajikan merupakan makanan hasil laut yang diambil langsung di sekitar pulau Derawan. Menu khas laut memberi cita rasa tersendiri.
Berikut ini bebrapa porsi makananku saat pagi, siang dan malam hari, Nyam Nyam!

Baca Juga : Hotplate kang Odon pedesnya ga nahan



Selain fasilitas penginapan dan makanan, ada satu hal penting yang tidak boleh di lupakan, yaitu masjid. Biasanya kalau aku bepergian hal pertama yang aku cari adalah masjid.
Tidak mengapa jika aku tidak  menemukan penginapan, yang terpenting aku dapat menemukan masjid. Rasanya tenang kalo dekat sama masjid.
Alhamdulillahnya di pulau Derawan terdapat masjid besar yang biasa di gunakan warga untuk melakukan shalat berjamaah. Masjid ini bernama masjid al-Ikhlas. Walaupun masjidnya masih dalam tahap pembangunan, tapi antusias warga untuk menunaikan shalat berjamaah patut di acungi jempol.
Biasanya saat aku berkungjung ke suatu masjid aku hanya melihat beberapa makmum yang mengikuti shalat berjamaah, sedangkan saat di Pulau Derawan makmumnya bisa sampai 3 shaf lebih. Waw, masyarakat Derawan ternyata sangat religius. kusuka!



Terkait waktu shalat di Derawan ada hal unik yang pernah aku alami, yaitu tidak adanya jeda antara azan dan iqomah. Jadi sehabis muadzin mengumandangkan azan tiba-tiba langsung qomat gitu sama sekali ga ada jeda untuk nafas sejenak atau melakukan shalat qobliah.
Alhasil, aku seringkali berlarian dari penginapan menuju masjid sampai ngos-ngosan, eh pas nyampep masjid ternyata orang-orang udah pada bubar. Jadilah aku shalat sendirian, wekaweka.

Selepas shalat dimasjid biasanya aku muter-muter dulu di perkampungan sambil memperhatikan aktifitas masyarakat setempat. Sesekali  aku mampir ke toko-toko souvenir yang berjejer di sepanjang jalan.
Warga yang ramah, tawa anak pantai yang sedang bermain permainan tradisional dan melihat bule-bule cakep berkeliaran di perkampungan membuatku betah tinggal di pulau Derawan.
Dalam hati aku berdoa semoga suatu saat nanti aku bisa berkunjung lagi ke tempat yang amazing ini.

I know, everybody on this island seems so happy 
On this island Everything is by design
I know, everybody on this island has a role 
On this island So maybe I can roll with mine
- Moana

Video Perjalanan Menuju Derawan